We Believe JesusFé, Esperança e Nova Vida

Wahyu 21

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga · indonésio

← Wahyu 20 Wahyu Wahyu 22 →

1Lalu saya melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Karena langit yang pertama dan bumi yang pertama sudah lenyap, dan laut pun tidak ada lagi.

2Saya juga melihat kota kudus Allah, yaitu Yerusalem baru, sedang diturunkan dari surga. Kota itu indah sekali. Keindahannya bagai pengantin perempuan yang sudah berdandan bagi pengantin laki-laki pada hari pernikahan mereka.21:2 Why. 19:7-8; Ef. 5:27

3Kemudian saya mendengar suara dari dekat takhta Allah yang berseru,

4Dia juga berkata, ‘Aku akan menghapus semua air mata mereka.’21:4 Yes. 25:8; Why. 7:17

5Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, “Lihatlah! Aku sedang memperbarui segala sesuatu!” Kemudian Dia berkata lagi, “Tuliskanlah hal-hal ini, karena semua peringatan-Ku ini benar dan layak dipercaya.”

6Dia berkata lagi kepada saya, “Lihatlah! Sekarang sudah nyata bahwa Akulah yang patut disebut ‘Yang Pertama dan Yang Terakhir,’ yaitu Allahmu satu-satunya, yang selalu ada baik sebelum penciptaan maupun sesudah semua ciptaan ini hilang lenyap. Bagi siapa pun yang haus, marilah! Aku akan memberikan kepadamu air minum dengan cuma-cuma, yaitu air dari sumber yang mengalirkan air kehidupan!21:6 Yes. 55:1; Why. 22:1

7Setiap orang yang tetap setia kepada-Ku dan menang dalam peperangan rohani ini akan menerima semua berkat tersebut. Kalian pantas disebut anak-anak-Ku, dan Aku senang disebut Allahmu.

8Tetapi berkat-berkat itu tidak akan pernah diterima oleh orang-orang

9Kemudian salah satu dari tujuh malaikat yang memegang tujuh mangkuk berisi bencana-bencana terakhir tadi21:9 salah satu malaikat … tadi Tulisan Yohanes bisa ditafsirkan bahwa malaikat yang ini tidak sama dengan yang disebut dalam Why. 17:1 dan 19:10. datang kepada saya. Dia berkata, “Marilah ke sini. Saya akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan Anak Domba, yaitu kesatuan seluruh jemaat-Nya. Mereka dipersatukan dengan Dia bagaikan dalam pernikahan.”21:9 Ef. 1:23; 3:10; 5:27; Why. 19:7-8

10Lalu Roh Kudus menguasai saya lagi dan malaikat itu membawa saya ke atas sebuah gunung yang tinggi besar. Dari situ dia menunjukkan kepada saya kota kudus yang megah, yaitu Yerusalem baru yang Allah turunkan dari surga.

11Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan semuanya berkilau seperti batu permata yang sangat jernih, seperti kristal hijau merah.21:11 hijau merah Terjemahan harfiahnya adalah ‘batu yaspis’.

12Tembok kota itu mempunyai dua belas batu fondasi. Pada setiap batu fondasi tertulis nama-nama kedua belas rasul Anak Domba, masing-masing satu.

13Malaikat yang berbicara dengan saya memegang tongkat pengukur dari emas. Dia hendak mengukur kota itu, termasuk temboknya dan kedua belas pintu gerbangnya.

14Kota itu berbentuk kubus. Panjang, lebar, dan tingginya sama. Ketika malaikat itu mengukur kota tersebut dengan tongkatnya, panjangnya 12.000 stadia, begitu juga dengan lebar dan tingginya. Semua sama.21:16 12.000 stadia … Ukuran harfiah dipakai langsung dalam terjemahan ini, karena angka 12 mempunyai arti simbolis, seperti jumlah pintu gerbang dan batu fondasi dalam kota itu. 12.000 stadia sama dengan 2.220 km.

15Dia juga mengukur lebar tembok itu, dan ternyata 144 hasta.21:17 lebar … hasta Satuan hasta juga dipertahankan dalam penerjemahan ini karena angkanya memiliki arti simbolis. 144 sama dengan 12 kali 12. 144 hasta sama dengan 66 meter. Tidak jelas dalam bahasa Yunani apakah ukuran ini adalah lebarnya tembok atau tingginya tembok (yang tidak disamakan dengan tinggi kota). Pengukuran tersebut sesuai dengan ukuran yang dipakai oleh para malaikat dan tidak berbeda dengan ukuran yang dipakai manusia di dunia.

16Tembok kota itu terbuat dari batu permata hijau merah yang berkilauan, sedangkan semua bangunan dalam kota itu terbuat dari emas yang sangat murni, sebening kaca.

17Kedua belas batu fondasi tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis batu permata. Setiap batu fondasi terdiri dari satu batu yang sangat besar.

18yang kelima permata merah, yang keenam permata merah tua,

19Dua belas pintu gerbang itu masing-masing terdiri dari satu mutiara yang ajaib. Jalan raya di tengah kota itu terbuat dari emas yang sangat murni sampai cemerlang seperti kaca bening.

20Saya tidak melihat rumah Allah di dalam kota itu, karena TUHAN Allah Yang Mahakuasa dan Anak Domba sendirilah yang menjadi seperti rumah Allah di sana.

21Kota itu juga tidak memerlukan matahari dan bulan untuk meneranginya, karena kemuliaan Allah menyinarinya dan cahaya Anak Domba menerangi kota itu.

22Kehidupan seluruh bangsa akan diterangi oleh cahaya kota itu. Dan ke dalam kota itu semua raja dunia akan datang membawa harta kerajaan mereka masing-masing sebagai persembahan untuk memuliakan Allah dan Anak Domba.21:24 Yes. 60:3

23Pintu-pintu gerbang kota itu tidak pernah ditutup, karena tidak ada lagi malam di sana.

24Segala macam kekayaan dari seluruh bangsa akan dibawa ke dalamnya untuk memuliakan dan menghormati Allah dan Anak Domba.

25Tetapi barang-barang yang najis sama sekali tidak akan dibawa ke sana. Demikian juga semua penipu dan setiap orang yang menodai dirinya dengan dosa tidak diperbolehkan masuk. Hanya orang yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan milik Sang Anak Domba yang bisa masuk ke kota itu.

← Wahyu 20 Wahyu Wahyu 22 →