We Believe JesusFé, Esperança e Nova Vida

Wahyu 20

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga · indonésio

← Wahyu 19 Wahyu Wahyu 21 →

1Berikutnya saya melihat malaikat turun dari surga memegang kunci pintu jurang maut dan rantai besar di tangannya.

2Kemudian saya melihat banyak takhta, dan orang-orang yang duduk di atasnya adalah mereka yang dianggap pantas menerima kuasa untuk menghakimi. Saya juga melihat jiwa-jiwa orang yang sudah dipenggal kepalanya karena bersaksi tentang Yesus dan memberitakan Firman Allah. Mereka tidak menyembah binatang atau patungnya, dan tidak menerima tanda penyembah binatang itu pada dahi atau tangannya masng-masing. Mereka hidup kembali dan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.

3Pada waktu itu sebagian orang mati dihidupkan lagi, tetapi sebagian lainnya tidak akan hidup kembali sebelum berakhir masa seribu tahun itu. Inilah kebangkitan tahap pertama.

4Sungguh diberkati Allah setiap orang yang mendapat bagian dalam kebangkitan tahap pertama. Mereka sungguh suci dan tidak akan mengalami hukuman Allah yang disebut ‘kematian kedua’.20:6 Why. 20:14 Mereka akan menjadi imam yang melayani Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.

5Setelah masa seribu tahun itu berakhir, Satanas akan dilepaskan dari penjara, yaitu jurang maut.

6Lalu dia pergi menipu segala bangsa di seluruh dunia. Inilah yang digambarkan oleh Nabi Yehezkiel sebagai raja Gog dan bangsa Magog. Satanas akan mengumpulkan mereka untuk berperang melawan Allah, dan jumlah tentaranya tidak terhingga seperti banyaknya pasir di tepi laut.

7Semua batalion Satanas, yaitu iblis, datang dari seluruh daerah di bumi untuk mengepung perkemahan umat Allah, yaitu kota yang dikasihi-Nya. Tetapi Allah akan menurunkan api dari langit dan menghanguskan mereka.

8Lalu iblis, si penipu ulung, akan dilemparkan juga ke dalam lautan api bercampur belerang, tempat binatang pertama dan kedua tadi sudah dilemparkan. Di sana mereka akan disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya.

9Lalu saya melihat takhta agung berwarna putih. Yang duduk di atasnya adalah Dia Yang Mahamulia. Begitu mulianya Dia sehingga ketika cahaya-Nya bersinar, langit dan bumi tiba-tiba lenyap, seperti cahaya matahari yang terik melenyapkan awan-awan.

← Wahyu 19 Wahyu Wahyu 21 →