1Saudara-saudariku, kerinduan hati dan permohonan saya yang sungguh-sungguh kepada Allah adalah supaya semua keturunan Israel bisa diselamatkan.
2Saya tahu betul bahwa mereka sungguh-sungguh berusaha hidup untuk menyenangkan hati Allah, tetapi usaha mereka tidak berdasarkan pengertian yang benar.
3Mereka tidak mengerti bagaimana cara Allah membenarkan manusia, karena itu mereka berusaha dengan cara sendiri, bukan dengan cara Allah. Itulah sebabnya mereka tidak mau taat mengikuti cara yang sudah ditentukan Allah.
4Mereka tidak mengerti bahwa Kristus sudah memenuhi semua peraturan hukum Taurat bagi kita. Setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus sudah dibenarkan di hadapan Allah tanpa perlu lagi bergantung pada peraturan-peraturan itu.
5Tentang cara untuk dibenarkan melalui ketaatan pada peraturan Taurat, Musa menulis, “Orang yang dianggap benar di hadapan Allah harus mengikuti semua peraturan hukum Taurat ini.”10:5 Im. 18:5
6Jadi, jalan keselamatan yang kami beritakan ini tidaklah sulit: Hanya dengan percaya saja! Cara itu juga sesuai dengan firman dalam Kitab Suci, yaitu, “Jalan keselamatan yang benar dari Allah sudah dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.”10:8 Ul. 30:12-14
7Maka akuilah dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Penguasa hidupmu10:9 Penguasa hidupmu Terjemahan harfiahnya adalah ‘Tuhan’. TSI menggunakan kata ‘Penguasa hidupmu’ supaya jelas bahwa maksud Paulus bukan sekedar percaya bahwa Yesus adalah ilahi. Memang Yesus adalah ilahi, tetapi makna yang ditekankan Paulus di ayat ini adalah bahwa kita perlu menerima Yesus sebagai Penguasa hidup kita. dan percayalah dalam hatimu bahwa Allah sudah menghidupkan Yesus dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
8Karena sewaktu kita meyakini hal itu, kita dibenarkan dalam pandangan Allah. Dan sewaktu kita berterus terang mengaku sebagai pengikut Yesus, kita sudah diselamatkan.
9Sebab dalam Kitab Suci tertulis, “Semua orang yang percaya kepada-Nya tidak akan kecewa.”10:11 Yes. 28:16
10Perkataan Allah itu berlaku untuk semua manusia, baik orang Yahudi maupun bukan. Karena hanya ada satu Allah untuk semua orang, dan dengan berlimpah Dia memberkati setiap orang yang memohon pertolongan-Nya,
11juga karena Firman TUHAN berkata, “Setiap orang yang berseru kepada TUHAN meminta pertolongan-Nya akan diselamatkan.”10:13 Yl. 2:32
12Tetapi bagaimana orang bisa meminta pertolongan-Nya kalau mereka belum percaya kepada-Nya? Dan bagaimana orang bisa percaya kepada-Nya kalau mereka belum mendengar tentang Dia? Bagaimana orang bisa mendengar tentang Dia kalau tidak ada yang memberitakan tentang-Nya?
13Dan bagaimana kita bisa memberitakan tentang Dia kepada mereka kalau kita tidak diutus? Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci,
14Tetapi sekarang, apakah mereka bisa mengatakan bahwa mereka belum sempat mendengar Kabar Baik? Sebenarnya tidak bisa, karena berita tentang Kristus sudah sangat tersebar, seperti yang tertulis dalam Mazmur,10:18 Maksud Paulus Ayat ini diterjemahkan sesuai tafsiran bahwa Paulus masih berbicara tentang bangsa Yahudi. (Hal itu tampak dari kutipan Yes. 53:1 di ayat 16.) Paulus mengutip dari Mzm. 19 hanya untuk menggambarkan bahwa berita Injil sudah sangat tersebar sampai ke seluruh pelosok yang didiami orang Yahudi. Itu berarti, Paulus menggunakan frasa tersebut dengan arti yang berbeda dari maksud penulis pertama, yaitu Raja Daud.
15Kalau begitu saya bertanya lagi: Mengapa begitu banyak orang Israel sulit mempercayai Kabar Baik? Pertama, kita perlu mengingat bahwa Allah sudah berkata melalui Musa,
16Kemudian Nabi Yesaya dengan berani menyampaikan perkataan Allah ini,
17Sedangkan mengenai orang Israel, Allah berkata,