1Waktu itu Raja Herodes14:1 Herodes Herodes ini juga disebut dengan nama Antipas. Dia adalah anak dari Raja Herodes Agung yang memerintah sewaktu Yesus dilahirkan. Dalam peristiwa di ayat-ayat ini, Herodes memerintah provinsi Galilea di bawah pemerintahan Romawi. mendengar berita tentang Yesus. Sebelumnya Herodes sudah membunuh Yohanes Pembaptis.14:1 Sebelumnya … Informasi yang diceritakan Matius dalam ayat 3-12 sudah diketahui oleh para pembaca pertama. TSI memberikan keterangan ini agar pembaca sekarang mengerti kutipan Herodes di ayat 2.
2Maka dia berkata kepada para hambanya, “Saya pikir, orang yang menyebut dirinya Yesus14:2 menyebut dirinya Yesus Tidak lama sesudah Yohanes dibunuh, tiba-tiba nama Yesus menjadi terkenal sebagai orang yang membuat banyak keajaiban. Jadi beberapa orang yang belum pernah melihat atau mengenal Yesus mengira bahwa mungkin Yohanes sudah kembali langsung dari surga dan memperkenalkan dirinya dengan nama baru. Pada zaman itu, Yesus adalah nama yang umum dan banyak dipakai. Nama Yesus dalam bahasa Yunani sama dengan nama Yosua dalam bahasa Ibrani. Kedua nama itu berarti, “Yahweh Penyelamatku.” itu sebenarnya adalah Yohanes Pembaptis. Ternyata Yohanes sudah hidup kembali dari kematian, itulah sebabnya dia bisa melakukan berbagai keajaiban.”
3Herodes mau membunuh Yohanes, tetapi dia takut kepada orang banyak yang percaya bahwa Yohanes adalah nabi.
4Beberapa waktu kemudian, pada pesta ulang tahun Herodes, anak perempuan Herodiana menari di hadapan Herodes dan para tamunya. Hal itu sangat menyenangkan Herodes,
5sehingga dengan bersumpah dia berjanji untuk memberikan apa saja yang diminta anak itu.
6Karena dipengaruhi ibunya, putri itu pun berkata kepada Herodes, “Aku minta supaya kepala Yohanes Pembaptis dipenggal, ditaruh di atas piring besar, dan dibawa kemari!”
7Mendengar permintaan itu, Herodes sangat menyesal. Tetapi karena sudah bersumpah di depan semua tamunya, dia memberi perintah supaya permintaan itu dipenuhi.
8Dia menyuruh tentara-tentaranya memenggal kepala Yohanes di penjara.
9Lalu kepala Yohanes dibawa dengan piring besar dan diberikan kepada putri Herodiana. Kemudian dia menyerahkannya kepada ibunya.
10Waktu para pengikut Yohanes Pembaptis mendengar berita itu, mereka pergi ke penjara dan mengambil mayat Yohanes, lalu menguburkannya. Kemudian mereka pergi kepada Yesus dan memberitahukan apa yang sudah terjadi.
11Setelah Yesus mendengar berita kematian Yohanes, Dia bersama kami murid-murid-Nya pergi naik perahu ke tempat yang sepi. Tetapi orang-orang mendengar bahwa Dia sudah pergi. Maka mereka berangkat dari kotanya masing-masing untuk menyusul Dia melalui jalan darat.
12Waktu Yesus turun dari perahu, Dia melihat banyak orang sudah berkumpul di situ. Dia pun merasa kasihan kepada mereka, lalu menyembuhkan orang-orang sakit di antara mereka.
13Sore harinya, kami berkata kepada-Nya, “Sekarang sudah sore dan di sini daerah terpencil. Sebaiknya kita menyuruh mereka pergi ke kampung-kampung terdekat untuk membeli makanan.”
14Tetapi jawab Yesus, “Mereka tidak usah pergi. Kalian saja yang memberi mereka makan.”
15Kami pun memberitahu Dia, “Guru, kami hanya punya lima roti dan dua ikan.”
16Dia berkata, “Bawalah roti dan ikan itu kepada-Ku.”
17Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di atas rumput. Dia mengambil lima roti dan dua ikan itu, memandang ke langit, dan mengucap syukur kepada Allah atas makanan yang ada. Kemudian Dia menyobek-nyobek roti dan menyuwir-nyuwir ikan itu, lalu memberikannya kepada kami untuk dibagikan kepada orang banyak.
18Semua orang makan sampai kenyang. Sesudah itu kami mengumpulkan roti dan ikan yang berlebih sampai dua belas keranjang penuh.
19Jumlah orang yang ikut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak.
20Kemudian Yesus menyuruh kami murid-murid-Nya lebih dulu naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Dia menyuruh orang banyak itu pulang.
21Sesudah itu, Dia naik seorang diri ke bukit untuk berdoa. Sampai malam, Dia masih sendirian di sana.
22Sementara itu, perahu kami sudah sampai di tengah danau, terombang-ambing oleh ombak karena angin kencang bertiup dari arah yang berlawanan.
23Pagi-pagi buta, Yesus datang kepada kami dengan berjalan di atas air.
24Ketika kami melihat suatu sosok berjalan di atas air, kami sangat ketakutan dan berteriak, “Itu hantu!”
25Tetapi Yesus langsung berkata kepada kami, “Kuatkanlah hatimu! Ini Aku. Jangan takut.”
26Lalu kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kalau itu sungguh-sungguh Engkau, suruhlah saya datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air!”
27Jawab Yesus, “Marilah.”
28Tetapi ketika menyadari betapa kencangnya angin, dia menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, “Tuhan, tolong!”
29Yesus langsung memegang Petrus dan berkata, “Kamu kurang yakin kepada-Ku! Kenapa kamu ragu-ragu?”
30Sesudah Yesus dan Petrus naik ke dalam perahu, angin kencang pun berhenti bertiup.
31Maka kami sujud menyembah Dia dan berkata, “Engkau benar-benar Anak Allah!”
32Sesudah tiba di seberang danau, kami turun di pantai Genesaret.
33Ketika orang-orang di situ mengenali bahwa Dia itu Yesus, mereka pergi ke seluruh daerah sekitar untuk memberitakan bahwa Yesus sudah kembali. Lalu semua orang sakit dibawa kepada-Nya.
34Mereka memohon kepada Yesus supaya diizinkan untuk menyentuh rumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menyentuh salah satu rumbai-Nya menjadi sembuh.