1Pada permulaan segala sesuatu,
2Sejak permulaan, Dia sudah ada bersama Allah.
3Allah menciptakan segala sesuatu melalui Dia.
4Di dalam diri Firman itu ada kuasa
5Jadi Firman itu juga disebut Terang Dunia.
6Kemudian Allah mengutus seorang bernama Yohanes pada waktu yang sudah Dia tetapkan
7untuk mengabarkan tentang Sang Firman itu. Melalui pemberitaan Yohanes, setiap orang mendapat kesempatan untuk percaya kepada Dia yang menerangi hati manusia.
8Yohanes sendiri bukanlah Terang Dunia, tetapi dia diutus untuk memberitakan kabar tentang Terang itu.
9Pada waktu itu Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dunia ini. Dia adalah terang yang benar-benar bisa menerangi setiap hati manusia.
10Dari mulanya, Dia yang disebut Firman sudah berada di dalam dunia ini. Dunia ini diciptakan oleh Dia, tetapi orang-orang yang ada di dunia ini tidak mengenal Dia.
11Dia datang kepada bangsa yang sudah dipilih-Nya,1:11 bangsa yang sudah dipilih-Nya Yang dimaksud adalah bangsa Yahudi, atau orang Israel. Allah memilih bangsa tersebut supaya melalui mereka berkat keselamatan diberikan kepada semua suku dan bangsa. Lihat Kej. 12:2-3; 18:18; 26:4; 28:14; Yoh. 4:22; Gal. 3:8. tetapi sebagian besar dari mereka tidak mau percaya kepada-Nya.
12Namun kepada setiap orang yang menerima-Nya, Dia memberikan hak untuk menjadi anak-anak Allah. Yang dimaksud ‘menerima Dia’ adalah percaya kepada-Nya.1:12 percaya kepada-Nya Terjemahan harfiahnya adalah ‘percaya dalam nama-Nya’. Sesuai kebudayaan Yahudi pada zaman itu, kiasan ‘nama’ tidak hanya mengacu pada nama pribadi saja, melainkan pada seluruh kepribadian-Nya (Yesus) sebagai Raja Penyelamat.
13Mereka menjadi anak-anak Allah bukan karena dilahirkan melalui kelahiran jasmani, melainkan kelahiran rohani. Dan hal itu bukan karena keinginan atau rencana manusia, tetapi Allah sendiri yang menjadikan mereka sebagai anak-anak-Nya.
14Sang Firman menjadi manusia dan tinggal bersama-sama dengan kita. Sebagian dari kita sudah menyaksikan kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak satu-satunya dari Bapa. Kita mengenal semua kebaikan hati Allah kepada kita melalui Firman itu, dan Dia sangat layak untuk dipercaya.1:14 sangat layak untuk dipercaya Terjemahan harfiahnya adalah ‘penuh kebenaran’. Artinya, Dia sangat layak untuk dipercaya dalam tugas-Nya memperkenalkan Allah kepada manusia, seperti terlihat juga di Yoh. 1:16-18.
15Waktu Yohanes memberi kesaksian tentang Firman itu, dia berkata dengan suara keras, “Inilah Dia yang saya maksudkan waktu saya berkata, ‘Dia yang datang sesudah saya jauh lebih penting daripada saya, sebab jauh sebelum saya dilahirkan, Dia sudah ada.’”
16Benar sekali, Firman itu sangat layak untuk dipercaya, dan melalui Dia kita terus-menerus menerima bukti kebaikan hati Allah kepada kita.
17Memang Allah memberikan hukum Taurat1:17 Mat. 5:17 kepada kita melalui Nabi Musa, tetapi kita sudah menerima bukti kebaikan hati-Nya dan ajaran benar yang pantas kita percaya melalui Yesus, yang adalah Kristus.1:17 Mat. 1:12-16
18Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah, kecuali Dia yang adalah Anak satu-satunya dari Bapa. Dialah yang paling dekat dengan Bapa, dan Dia sendiri pun adalah Allah. Dialah yang memperkenalkan Allah kepada kita.
19Ketika Yohanes sedang bersaksi tentang Kristus, para pemimpin Yahudi dari Yerusalem menyuruh beberapa imam dan pelayan-pelayan dari keturunan Lewi untuk bertanya kepadanya, “Kamu melayani dengan jabatan apa?”
20Dengan terus terang Yohanes mengaku, “Saya bukan Kristus.”
21Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, bagaimana? Apakah kamu pengganti Nabi Elia yang dinubuatkan itu?”1:21 pengganti Nabi Elia yang dinubuatkan itu Dalam PL, bernubuat berarti mengabarkan berita dari Allah tentang peristiwa yang akan datang, atau menyampaikan suatu ajaran dari Allah. Nubuatan yang mereka maksudkan terdapat di Mal. 4:5-6.
22Lalu mereka bertanya lagi kepada dia, “Jadi sebenarnya tugasmu sebagai apa? Tolong jawab, supaya kami bisa menyampaikan jawabanmu kepada mereka yang menyuruh kami datang kepadamu. Mohon berikan penjelasan tentang dirimu.”
23Jawab Yohanes, “Saya inilah orang yang dimaksud Nabi Yesaya waktu dia bernubuat,
24Sebagian dari orang yang disuruh datang menemui Yohanes itu adalah anggota kelompok agama Yahudi yang disebut Farisi.
25Lalu mereka berkata kepada Yohanes, “Jadi, kalau kamu bukan Kristus, bukan pengganti Elia, dan bukan nabi yang dinubuatkan Musa, kenapa kamu membaptis orang?”
26Jawab Yohanes, “Saya membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kalian ada Seorang yang belum kalian kenal.
27Dialah yang datang sesudah saya, dan kedudukan-Nya lebih tinggi daripada saya. Saya tidak layak melayani Dia, sekalipun hanya membukakan tali sandal-Nya.”
28Semua itu terjadi di dekat desa Betania, tempat Yohanes membaptis. (Tempat itu terletak di sebelah timur sungai Yordan.)
29Pada hari berikutnya, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Lihat! Dia itulah Anak Domba Allah! Dialah yang akan menghapuskan dosa manusia di dunia.
30Dialah yang saya maksudkan waktu saya berkata, ‘Seseorang yang datang sesudah saya jauh lebih tinggi kedudukan-Nya daripada saya, karena Dia sudah ada lama sebelum saya dilahirkan.’
31Dulu saya sendiri pun tidak mengenal Dia. Tetapi Allah mengutus saya untuk membaptis orang-orang Israel dengan air supaya mereka bisa mengenal Dia, bahwa Dia adalah Kristus.”1:31 Mat. 1:12-16
32Keesokan harinya, Yohanes Pembaptis berdiri lagi di tempat itu bersama kami, dua orang dari murid-muridnya.1:35 kami Kebanyakan ahli tafsir mengatakan bahwa kemungkinan besar penulis Injil ini termasuk dalam kedua murid Yohanes Pembaptis tersebut. Hal ini sesuai dengan ciri semua tulisan Yohanes, yaitu hampir selalu menghindari menyebut nama sendiri. (Namanya hanya ditulis dengan jelas di kitab Wahyu.) Dalam Injil ini, ciri tersebut tampak juga di 1:40; 13:23-25; 18:15; 19:26-27, 35; 20:2-9; dan 21:2, 7. Yang terakhir, di 21:20-25, Yohanes membuat jelas bahwa “murid yang sangat dikasihi Yesus” adalah penulis Injil ini. Mengapa Yohanes tidak langsung menulis namanya? Mungkin supaya tidak membanggakan diri sebagai orang yang dipilih menjadi murid Yesus. Tim penerjemah TSI merasa penting untuk membuat jelas bahwa penulis buku ini adalah saksi mata, karena itu dipakailah kata ganti orang pertama, yaitu ‘kami’ dan ‘saya’, sesuai dengan cara yang wajar dalam bahasa Indonesia.
33Waktu dia melihat Yesus sedang lewat, dia berkata, “Lihat, itulah Dia— Anak Domba Allah!”
34Mendengar ucapannya itu, kami berdua langsung mengikuti Yesus dari belakang.
35Ketika Yesus berbalik dan melihat kami sedang mengikuti-Nya, Dia bertanya, “Kalian mencari apa?”
36Lalu jawab Yesus, “Mari ikutlah, nanti kalian akan melihatnya.” Maka kami mengikuti Dia dan melihat di mana Dia tinggal. Mulai hari itu, kira-kira jam empat sore, kami tinggal bersama-sama dengan-Nya.
37Hari berikutnya, Yesus memutuskan untuk berangkat ke daerah Galilea. Dalam perjalanan, Dia bertemu dengan Filipus lalu berkata kepadanya, “Mari, ikutlah Aku!”
38Filipus berasal dari kota Betsaida, sama seperti Andreas dan Petrus.
39Sesudah itu, Filipus mencari Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah menemukan orang1:45 orang Di ayat ini, kata ganti untuk Yesus memakai huruf kecil karena Filipus belum percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. yang dinubuatkan Musa dalam Kitab hukum Taurat dan yang dinubuatkan oleh para nabi juga. Dia adalah Yesus anak Yusuf,1:45 anak Yusuf Keajaiban-keajaiban yang terjadi waktu Yesus dilahirkan tidak diketahui bahkan oleh orang-orang Nazaret di mana Dia dibesarkan (Mat. 13:55; Luk. 4:22). Jadi orang-orang Israel menganggap bahwa Yesus adalah anak Yusuf (Luk. 3:23). Hanya Maria dan Yusuf yang tahu bahwa Yesus dikandung melalui kuasa Roh Allah sebelum Maria menikah dengan Yusuf. dari kampung Nazaret.”
40Tetapi jawab Natanael kepada Filipus, “Nazaret?! Tidak mungkin ada orang baik berasal dari sana!”
41Waktu Yesus melihat Natanael datang, Dia berkata tentang Natanael kepada kami, “Lihat, dia itu orang Israel sejati yang tidak mungkin menipu.”
42Natanael bertanya, “Bagaimana Bapak bisa tahu tentang saya?”
43Lalu Natanael berkata kepada Yesus, “Guru, Engkau adalah Anak Allah! Raja orang Israel!”
44Dan Yesus menjawab dia, “Apakah kamu percaya hanya karena Aku mengatakan kepadamu bahwa Aku sudah melihatmu duduk di bawah pohon ara? Nanti kamu akan melihat hal-hal yang jauh lebih ajaib daripada itu.”
45Lalu Yesus berkata lagi kepada Natanael dan kami semua yang ada di situ, “Aku menegaskan kepadamu bahwa perkataan-Ku ini benar: Kalian akan melihat langit terbuka dan ‘malaikat-malaikat naik turun’1:51 naik turun Kata-kata “malaikat-malaikat naik turun” dikutip dari Kej. 28:12 di mana Yakub melihat tangga ke surga. Maksud Yesus di sini adalah bahwa Dia, seperti tangga itu, yang adalah Penghubung antara Allah dan manusia. melalui Aku, Sang Manusia.”1:51 Mat. 8:20