We Believe JesusFé, Esperança e Nova Vida

Kejadian 37

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga · indonésio

← Kejadian 36 Kejadian Kejadian 38 →

1Yakub tinggal di Kanaan, tempat ayahnya dahulu menetap.

2Inilah riwayat keturunan Yakub.

3Adapun Yakub37:3 Kej. 35:21 lebih menyayangi Yusuf daripada anak-anaknya yang lain karena Yusuf lahir pada hari tuanya. Yakub menyuruh orang untuk membuatkan jubah yang indah berwarna-warni sebagai hadiah istimewa untuk Yusuf.

4Ketika kakak-kakaknya menyadari bahwa ayah mereka lebih sayang kepada Yusuf, mereka pun membenci Yusuf dan tidak mau lagi berbicara baik-baik dengan dia.

5Kebencian mereka semakin menjadi-jadi ketika Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka.

6Begini kata Yusuf, “Dengarkanlah, aku ingin menceritakan mimpiku.

7Dalam mimpiku, kita sedang bekerja bersama-sama mengikat gandum di ladang. Tiba-tiba ikatan gandumku berdiri, dan ikatan-ikatan gandum kalian mengelilingi dan bersujud kepada ikatan gandumku.”

8Jawab kakak-kakaknya, “Jadi, kamu pikir kamu akan memerintah dan berkuasa atas kami?!” Mereka pun semakin membenci Yusuf karena mimpi dan perkataannya itu.

9Kemudian Yusuf bermimpi lagi, dan dia menceritakannya kembali kepada kakak-kakaknya, “Aku bermimpi lagi. Dalam mimpi itu, aku melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang bersujud kepadaku.”

10Ketika Yusuf menceritakan mimpinya itu kepada ayahnya, dia ditegur, “Mimpi apa lagi yang kamu mimpikan ini?! Kamu pikir aku, ibumu, dan saudara-saudaramu akan datang bersujud kepadamu?!”

11Kakak-kakaknya semakin iri kepada Yusuf, tetapi Yakub merenungkan perkataan dan arti dari mimpi itu.

12Pada suatu hari, ketika kakak-kakak Yusuf sedang menggembalakan kawanan kambing domba di Sikem,

13Yakub berkata kepada Yusuf, “Pergilah ke Sikem. Kakak-kakakmu sedang menggembalakan kawanan kambing domba di sana.”

14Lanjut Yakub, “Lihatlah bagaimana keadaan kakak-kakakmu dan kawanan kambing domba kita, lalu kembalilah dan laporkan kepada ayah.” Demikianlah Yakub menyuruh Yusuf pergi meninggalkan Lembah Hebron.

15dia berjalan ke sana kemari mencari kakak-kakaknya di padang. Seseorang melihat dia dan bertanya, “Kamu sedang mencari apa?”

16Jawab Yusuf, “Saya mencari kakak-kakak saya yang sedang menggembalakan ternak. Apakah kamu melihat mereka dan tahu ke mana mereka pergi?”

17Jawab orang itu, “Mereka sudah pergi. Saya mendengar mereka berkata, ‘Ayo kita ke Dotan.’” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya dan menemukan mereka di Dotan.

18Ketika kakak-kakaknya melihat Yusuf dari jauh, mereka bersepakat untuk membunuhnya.

19Kata mereka satu sama lain, “Lihat, si tukang mimpi datang!

20Ayo kita bunuh dia, dan mayatnya kita buang ke dalam sumur kosong. Nanti kita katakan saja bahwa dia diterkam dan dimakan binatang buas. Kita lihat akan jadi apa mimpinya itu!”

21Maka ketika Yusuf sampai kepada kakak-kakaknya, dengan kasar mereka langsung merenggut jubah Yusuf yang berwarna-warni itu

22dan membuang Yusuf ke dalam sumur yang kosong.

23Sesudah itu, mereka duduk untuk makan. Tak lama kemudian, tampaklah di kejauhan rombongan pedagang orang Ismael yang datang dari daerah Gilead menuju Mesir. Mereka menuntun unta-unta yang mengangkut tiga jenis wangi-wangian dari getah pohon.37:25 tiga jenis wangi-wangian … Ketiga jenis wangi-wangian ini tidak lazim ditemukan di Indonesia, dalam bahasa Inggris adalah aromatic gum (getah dari tanaman rockwood), balm (getah dari pohon mastic), dan mur (myrrh).

24Lalu Yehuda berkata kepada saudara-saudaranya, “Apa untungnya kalau kita membunuh Yusuf dan menyembunyikan mayatnya?

25Bagaimana kalau kita menjual dia kepada pedagang-pedagang itu? Dengan begitu, kita tidak membunuhnya, karena dia saudara kita dan satu ayah dengan kita.” Saudara-saudaranya pun setuju.

26Jadi, pada waktu pedagang-pedagang Midian yang adalah orang Ismael itu lewat, mereka mengeluarkan Yusuf dari sumur dan menjualnya kepada pedagang-pedagang itu seharga dua puluh keping perak. Lalu pedagang-pedagang itu membawa Yusuf ke Mesir.

27Ketika Ruben kembali ke sumur dan melihat bahwa Yusuf sudah tidak ada, dia merobek pakaiannya karena sangat menyesal.

28Lalu dia kembali kepada saudara-saudaranya dan berkata, “Anak itu sudah tidak ada di sumur! Apa yang harus aku lakukan?!”

29Mereka lalu membunuh seekor kambing dan mencelupkan jubah Yusuf ke dalam darah kambing itu.

30Mereka membawa jubah itu kepada ayah mereka dan berkata, “Kami menemukan ini. Periksalah. Apakah jubah ini milik anakmu?”

31Yakub mengenali jubah itu dan berkata, “Benar, ini jubah anakku Yusuf. Pasti binatang buas sudah mencabik-cabik dia sampai mati dan memakannya!”

32Yakub merobek-robek pakaiannya tanda berduka dan mengikat kain karung pada pinggangnya. Dia berkabung untuk anaknya itu selama berhari-hari.

33Semua anak Yakub yang lain, baik perempuan maupun laki-laki, berusaha menghibur ayah mereka, tetapi dia tidak mau dihibur. Katanya kepada mereka, “Biarkan aku berduka sampai hari aku masuk ke Syeol!”37:35 Syeol Pada zaman tulisan Musa, Allah belum menyatakan kepada manusia tentang surga dan neraka. Manusia berpikir bahwa semua jiwa orang mati masuk ke tempat penampungan bernama Syeol. Tempat itu gelap, tanpa sukacita, dan dianggap berada di bawah bumi. Kadang-kadang dalam puisi PL dikatakan bahwa pintu Syeol terletak di dasar laut yang paling dalam. Sejak tulisan Daud di Mazmur, kita menemukan harapan bahwa manusia dapat hidup selama-lamanya sebagai sahabat Allah. (Tiga contoh: Mzm. 16:11, 21:4, dan 23:6.) Lihatlah ajaran Yesus mengenai hal kehidupan kekal di Mat. 22:29-32, Mrk. 12:24-27, dan Luk. 20:34-38. Yakub terus bersedih karena Yusuf, anaknya.

34Sementara itu, di Mesir, para pedagang Midian menjual Yusuf kepada seorang komandan pengawal raja bernama Potifar.

← Kejadian 36 Kejadian Kejadian 38 →