1Ibaratnya begini: Ketika seorang ayah membuat surat wasiat lalu meninggal sebelum anaknya dewasa, maka kedudukan anak itu tidak jauh berbeda dengan kedudukan seorang budak meskipun secara hukum dia memiliki seluruh warisan ayahnya.
2Karena selama anak itu belum mencapai umur yang ditentukan ayahnya dalam surat wasiat, dia harus taat kepada para pengawas dan pengurus yang ditugaskan untuk menangani segala keperluannya.
3Begitu juga dengan kita. Selama kita belum dewasa secara rohani, kita perlu hukum Taurat yang berfungsi seperti pengawas, karena kita masih diperbudak oleh para penguasa gelap yang memerintah di dunia ini.
4Namun, tepat pada waktu yang sudah ditentukan Allah, Dia mengutus Anak-Nya ke dunia ini. Sesuai dengan rencana Allah, Yesus dilahirkan seperti manusia biasa, oleh seorang gadis, dan sejak kelahiran-Nya, Dia hidup menaati seluruh hukum Taurat.
5Dengan demikian Yesus dipersiapkan untuk bisa menebus dan membebaskan kita yang dulu hidup seperti budak di bawah pengawasan hukum Taurat. Tujuannya agar secara rohani kita diangkat menjadi anak-anak Allah.4:5 diangkat menjadi anak-anak Allah Bahasa Yunani menggunakan satu kata yang terjemahan harfiahnya ‘pengangkatan anak-anak laki-laki’. Kata tersebut adalah istilah dalam hukum Romawi yang menunjukkan bahwa ‘pengangkatan’ kita sudah sah secara hukum, dan kita semua diumpamakan sebagai laki-laki karena dalam kebudayaan Romawi hanya anak laki-laki yang berhak mendapat warisan. Kata yang sama digunakan dalam Rm. 8:15; 8:23; 9:4 dan Ef. 1:5.
6Jadi karena kita adalah anak-anak-Nya, Dia mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita masing-masing. Itu sebabnya dengan segenap hati kita berseru kepada Allah, “Ya, Abba, Bapaku,”4:6 Mrk. 14:36 karena kita berdoa menurut pimpinan Roh Kristus.
7Hal itu membuktikan bahwa kita bukan lagi seperti budak, tetapi diterima sebagai anak-anak Allah yang sah. Dan sebagai anak-anak-Nya, kita berhak mewarisi semua berkat yang dijanjikan kepada anak-anak-Nya karena kita bersatu dengan Kristus.
8Kalian Jemaat Galatia kebanyakan bukan orang Yahudi. Itu sebabnya, sebelum mengenal Allah, kalian sudah menjadi budak dari bermacam-macam dewa, yaitu berhala dan roh-roh yang disebut ilahi, padahal bukan.
9Lalu bagaimana mungkin kalian yang sekarang sudah mengenal Allah, bahkan yang sudah Dia angkat sebagai anak-anak-Nya, kembali menjadi seperti budak untuk hal-hal yang lemah dan tidak berguna, bahkan kepada para penguasa gelap yang memerintah di dunia ini!
10Buktinya, saya mendengar bahwa kalian sudah mulai melakukan berbagai syarat agama lama tentang hari-hari tertentu, atau perayaan yang berhubungan dengan bulan, musim, dan tahun.4:10 hari-hari … tahun Kemungkinan besar “hari, bulan, musim, dan tahun” menunjukkan hal-hal yang termasuk dalam hukum Taurat atau kebiasaan orang Yahudi. Karena memang orang Yahudi mempunyai berbagai peraturan dan kebiasaan tentang hari Sabat, perayaan bulan baru, perayaan musim panen dan musim lain, dan perayaan tahun baru. Maksud Paulus dalam ayat ini adalah bahwa orang Kristen di Galatia sudah mempunyai kedudukan sebagai anak angkat Allah karena sudah bersatu dengan Kristus. Jadi, melakukan aturan-aturan agama Yahudi ataupun agama lama yang lain tidak akan mempengaruhi kedudukan itu. Bahkan melakukan berbagai syarat agama lama menjadi bahaya karena bisa saja membuat seseorang berpikir bahwa dia diselamatkan karena usahanya sendiri.
11Saya kuatir pada kalian! Jangan sampai semua kerja keras saya untuk memenangkan banyak jiwa di antara kalian menjadi sia-sia.
12Walaupun keadaan tubuh saya begitu membebani, kalian tidak menolak atau menghina saya, tetapi menerima saya sebagai utusan Allah, seperti menerima malaikat atau bahkan Kristus Yesus sendiri.
13Guru-guru palsu berusaha keras mempengaruhi kalian untuk berpihak pada mereka, tetapi itu bukan hal baik karena mereka tidak tulus. Mereka ingin menjauhkan kalian dari kami supaya kalian hanya bersemangat mengikuti mereka saja.
14Memang saya senang kalau kalian bersemangat, tetapi semangatmu haruslah tentang hal yang baik, dan jangan hanya waktu saya hadir.
15Anak-anakku yang terkasih, saya sangat mengkuatirkan kalian, sampai hati saya tertekan seperti derita seorang ibu yang kesakitan melahirkan anaknya. Saya sangat terbeban karena kalian belum dewasa dalam hal bersatu dengan Kristus!
16Itu sebabnya saya sangat rindu bertemu kalian lagi! Kalau kita bisa berbicara, saya akan tahu apakah kalian masih mengikuti ajaran sesat itu atau tidak. Kalau tidak, maka saya bisa berhenti mengajak kalian bertobat.
17Sekarang, kepada kalian yang mau berbalik hidup di bawah hukum Taurat lagi, coba perhatikanlah isi hukum Taurat itu sendiri!
18Tetapi pusat ibadah kita adalah Yerusalem surgawi!4:26 pusat ibadah kita … Terjemahan harfiahnya adalah ‘Yerusalem … yang adalah ibu kita’. Paulus mengumpamakan Hagar sebagai Yerusalem duniawi dan Sara sebagai Yerusalem surgawi. Dalam konteks zaman itu, kota Yerusalem bukan hanya ibukota negara secara politis, tetapi juga pusat keagamaan. Berarti kita ibarat keturunan Sara yang bukan budak. Kita sudah merdeka dari peraturan lama,
19karena Sara merupakan ibu kita, sebagaimana dinubuatkan tentang dia dalam Kitab Suci,
20Jadi Saudara-saudari, kita bisa digambarkan seperti Isak, anak yang dilahirkan sesuai janji Allah. Kita juga diperhitungkan sebagai keturunan Abraham yang Allah janjikan kepadanya,4:28 Gal. 3:6-9 karena kita percaya penuh kepada Allah, bukan karena melakukan hukum Taurat.
21Namun sikap permusuhan yang terjadi antara Ismael, yang dilahirkan menurut rencana manusia, dengan Isak yang dilahirkan sesuai dengan kehendak dan kuasa Roh Allah, masih tetap terjadi sekarang antara orang-orang yang terikat pada hukum Taurat dan kita yang sudah dibebaskan oleh Roh Allah. Itulah sebabnya mereka menganiaya kita.
22Tetapi dengarlah apa kata Kitab Suci,
23Jadi Saudara-saudari, saya tegaskan: Kita bukanlah seperti keturunan perempuan budak itu, yang wajib hidup seperti budak, melainkan seperti keturunan perempuan yang merdeka.