We Believe JesusFé, Esperança e Nova Vida

Kisah 2

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga · indonésio

← Kisah 1 Kisah Kisah 3 →

1Pada Hari Pentakosta,2:1 Pentakosta Pentakosta adalah hari raya pengucapan syukur orang Yahudi untuk panen gandum. Perayaan ini diperingati pada hari kelima puluh sesudah Paskah. Lihat Im. 23:16. semua orang yang dulu mengikut Yesus sudah berkumpul di satu rumah.

2Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti deru angin kencang. Bunyi itu memenuhi seluruh rumah tempat mereka sedang berkumpul.

3Kemudian tampaklah sesuatu yang kelihatannya seperti nyala api kecil, yang menyebar dan berhenti di atas mereka masing-masing.

4Lalu mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain sesuai dengan kemampuan yang diberikan Roh Kudus kepada mereka.

5Pada waktu itu, di Yerusalem sedang berkumpul banyak orang beragama Yahudi yang berasal dari hampir seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang saleh yang datang untuk mengikuti perayaan Pentakosta.

6Waktu mereka mendengar bunyi keras tadi, banyak yang berdatangan ke rumah itu. Mereka sangat bingung mendengar para pengikut Yesus sedang berbicara dalam bermacam-macam bahasa, sehingga setiap orang dari berbagai bangsa bisa mengerti perkataan mereka.

7termasuk Partia, Media, Elam, dan penduduk Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, dan provinsi Asia,2:9 provinsi Asia Pada zaman kerajaan Romawi, Asia adalah nama provinsi yang terletak di bagian timur negara yang zaman sekarang disebut Turki.

8juga daerah Frigia, Pamfilia, Mesir, bagian-bagian Libia yang dekat kota Kirene, dan dari ibukota Roma. Kita yang berkumpul adalah orang Yahudi dan orang dari bangsa-bangsa lain yang sudah menjadi pengikut agama Yahudi,

9bahkan ada orang pulau Kreta dan orang-orang Arab. Heran sekali, kita bisa mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang hal-hal luar biasa yang dilakukan Allah!”

10Karena terheran-heran dan kebingungan, mereka pun bertanya-tanya satu sama lain, “Bagaimana hal ini bisa terjadi?”

11Tetapi ada juga yang menertawakan pengikut-pengikut Yesus itu dengan berkata, “Orang-orang itu hanya mabuk saja.”

12Kemudian Petrus berdiri bersama kesebelas rasul, dan dengan suara keras dia berseru kepada orang banyak itu, “Saudara-saudari orang Yahudi dan semua yang tinggal di Yerusalem, izinkanlah saya menjelaskan arti dari semua yang terjadi ini. Dengarkanlah baik-baik.

13Kami tidak mabuk seperti yang kalian sangka, apalagi sekarang baru jam sembilan pagi.

14Yang sedang kalian saksikan ini adalah hal yang dulu sudah disampaikan oleh Nabi Yoel ketika dia bernubuat,

15‘Allah berkata, “Pada hari-hari terakhir,

16Pada hari-hari terakhir itu,

17Pada waktu itu, Aku juga akan membuat banyak keajaiban

18Matahari akan menjadi gelap,

19Pada waktu itu, setiap orang yang berseru kepada TUHAN meminta pertolongan-Nya akan diselamatkan.”’2:21 Yl. 2:28-32

20“Nah, Saudara-saudari orang Yahudi, dengarkanlah yang saya beritahukan ini: Yesus orang Nazaret itu benar-benar diutus oleh Allah. Dan Allah sudah membuktikannya kepadamu dengan mengadakan segala macam keajaiban melalui Yesus, seperti yang kalian ketahui.

21Sesuai dengan rencana Allah yang sudah ditetapkan-Nya sejak dulu, Yesus sudah diserahkan kepada kalian. Lalu dengan bantuan orang-orang yang tidak mengenal Allah, kalian membunuh Yesus dengan memakukan Dia pada kayu salib.

22Tetapi sekarang Allah sudah membangkitkan Dia dari kematian dan membebaskan Dia dari penderitaan di dalam Syeol,2:24 penderitaan di dalam Syeol Dalam khotbahnya, Petrus mengutip ayat-ayat dari LXX. Di ayat ini pun dia menggunakan sebutan dari LXX yang dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai ‘penderitaan maut’. Kata penderitaan itu dalam bahasa Yunani sering berarti ‘menderita sakit bersalin’. Untuk mengerti penderitaan maut yang dimaksud, kita perlu memahami kepercayaan Yahudi tentang Syeol (Kej. 37:35). Hal pembebasan Kristus dari Syeol merupakan topik penting bagi Petrus, karena dia menjelaskan hal itu di 1Ptr. 3:18-22 dan 4:6. karena kekuatan Syeol tidak mungkin menahan Dia.

23Lagipula, Raja Daud sudah bernubuat bahwa Yesus mengatakan kepada Allah seperti ini,

24Karena itu hati-Ku bersukacita,

25Sebab Engkau tidak akan meninggalkan Roh-Ku

26Engkau sudah menunjukkan kepada-Ku jalan menuju kehidupan.

27“Saudara-saudari, izinkanlah saya berbicara dengan terus terang kepada kalian tentang Daud, nenek moyang kita. Perkataannya itu pasti bukan mengenai dirinya sendiri. Karena kenyataannya, dia sudah mati dan dikuburkan, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.

28Sebagai nabi, Daud tahu bahwa Allah sudah berjanji dengan sumpah bahwa Seorang dari keturunan Daud sendiri akan menjadi raja dan duduk di atas takhta Daud.

29Jadi, Daud sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Itulah sebabnya dia berbicara seperti itu tentang kehidupan kembali Keturunannya itu, yakni Kristus. Karena dia mengatakan bahwa Orang Kudus itu ‘tidak akan ditinggalkan di Syeol’ dan bahwa tubuh-Nya tidak akan ‘hancur di dalam kubur.’

30“Yesus inilah yang sudah Allah hidupkan kembali dari kematian! Kami semua yang ada dalam kelompok ini sudah melihat Dia setelah Dia hidup kembali, dan kami diutus untuk menjadi saksi tentang peristiwa itu.

31Sekarang, Dia sudah terangkat ke surga dan duduk di tempat yang paling terhormat, yaitu di sebelah kanan Allah. Yesus juga sudah menerima Roh Kudus yang dijanjikan Bapa-Nya, dan sekarang Yesus sudah mencurahkan Roh itu kepada kami. Apa yang sedang kamu lihat dan dengar ini adalah pekerjaan Roh Kudus.

32Karena bukan Daud yang terangkat ke surga, tetapi dia sendiri mengatakan,

33sampai Aku mengalahkan semua musuh-Mu dan menjadikan mereka budak-Mu.”’2:35 Mzm. 110:1; Mat. 22:44; 1Kor. 15:25; Ibr. 1:13

34“Oleh karena itu, biarlah semua orang Israel mengetahui dengan pasti bahwa Allah sudah menetapkan Yesus, yang kalian salibkan itu, sebagai Penguasa kita dan Kristus2:36 Mat. 1:12-16 yang dijanjikan.”

35Sesudah Petrus selesai berbicara, tersentuhlah hati orang banyak yang mendengarkannya. Lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul lain, “Saudara-saudara, apa yang harus kami lakukan?”

36Jawab Petrus, “Hendaklah kamu masing-masing bertobat dan dibaptis sebagai pengikut Kristus Yesus. Dosa-dosamu akan diampuni, dan kamu akan menerima Roh Kudus.

37Karena janji itu berlaku untuk kalian, anak-anak kalian, bahkan bagi orang-orang di tempat yang jauh, yaitu semua yang dipanggil oleh TUHAN Allah kita.”

38Petrus mengatakan lebih banyak lagi kesaksian untuk menguatkan hati mereka. Pada akhirnya, dia berkata, “Lepaskanlah dirimu dari hukuman Allah terhadap kejahatan orang-orang zaman sekarang ini!”

39Lalu mereka yang dengan senang hati menerima ajaran Petrus itu dibaptis, dan pada hari itu jumlah orang percaya bertambah kira-kira tiga ribu orang.

40Mereka rajin mempelajari pengajaran para rasul, dan sering berkumpul dalam persekutuan, berdoa bersama, makan bersama, serta melakukan Perjamuan Kudus.2:42 makan bersama dan Perjamuan Kudus Terjemahan harfiahnya adalah ‘memecahkan roti’. Pada zaman para rasul, memecah roti meliputi makan bersama dan melakukan kegiatan yang sekarang disebut Perjamuan Kudus, yaitu perjamuan yang diperintahkan Yesus kepada para pengikut-Nya untuk mengenang Dia (Luk. 22:14-20).

41Pada waktu itu, setiap orang di Yerusalem merasa heran dan takut karena Allah memberikan kuasa kepada rasul-rasul untuk melakukan banyak keajaiban.

42Semua orang percaya terus bersatu dan merasa harta kepunyaan mereka adalah milik bersama.

43Sering kali, salah satu dari mereka menjual tanah miliknya dan membagi-bagikan hasil penjualan itu kepada anggota lain yang memerlukan bantuan.

44Mereka sepakat untuk berkumpul setiap hari di teras rumah Allah. Dengan penuh sukacita dan rasa syukur, mereka sering bergantian saling mengundang untuk makan bersama di rumah masing-masing, dan di situ mereka juga merayakan Perjamuan Kudus.

45Mereka terus memuji-muji Allah dan disenangi oleh semua orang. Setiap hari, TUHAN menambahkan orang-orang yang baru diselamatkan kepada kelompok orang percaya itu.

← Kisah 1 Kisah Kisah 3 →