1Jadi ikutilah teladan saya, sama seperti saya juga mengikuti teladan Kristus.
2Saya sangat senang, Saudara-saudari, karena kalian selalu mengingat saya dan tetap mengikuti semua ajaran yang sudah saya sampaikan!
3Tetapi sekarang saya mau kalian mengetahui hal ini: Kepala dari Kristus adalah Allah. Kepala dari setiap laki-laki adalah Kristus. Dan kepala dari setiap istri adalah suaminya.
4Jadi, kalau laki-laki menyampaikan pesan dari Roh Allah11:4 menyampaikan pesan dari Roh Allah Terjemahan harfiahnya adalah ‘bernubuat’. TSI menerjemahkan dengan arti yang lebih luas, karena dalam pasal ini dan bagian-bagian lain di PB, kemampuan rohani ‘bernubuat’ bukan hanya memberitahukan tentang hal-hal di masa depan, tetapi juga termasuk menguatkan, memberi semangat, dan berkhotbah dengan kuasa dari Roh Allah. Nabi-nabi di zaman PL agak berbeda karena diangkat oleh Roh Kudus untuk mengambil profesi nabi, dan sebagian dari mereka ditugaskan untuk menulis nubuatan mereka untuk masa depan. Lihat Kis. 15:32. atau berdoa dengan memakai kerudung, berarti dia tidak menghormati Kristus sebagai Kepalanya.
5Sebaliknya, waktu perempuan berdoa atau menyampaikan pesan dari Roh Allah, dia harus memakai kerudung. Kalau tidak, berarti dia tidak menghormati suaminya sebagai kepalanya. Karena tidak pantas seorang perempuan melakukan kedua hal itu tanpa kerudung. Itu memalukan, sama seperti perempuan yang digundul kepalanya.11:5 digundul kepalanya Pada zaman itu, menggundul kepala perempuan adalah salah satu bentuk hukuman yang diberikan untuk mempermalukan secara sosial.
6Jika kalian perempuan tidak mau memakai kerudung, sekalian saja potong rambutmu pendek seperti laki-laki! Tetapi kalau kalian malu berambut pendek atau gundul, pakailah kerudung.
7Sebaliknya, laki-laki tidak perlu memakai kerudung waktu berdoa atau menyampaikan pesan Roh Allah, sebab laki-laki mencerminkan sifat-sifat Allah dan kemuliaan-Nya,11:7 Kej. 1:26 sedangkan perempuan mencerminkan kemuliaan laki-laki.
8Karena laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuanlah yang berasal dari laki-laki.
9Ingatlah bahwa bukan Adam yang diciptakan untuk Hawa, tetapi sebaliknya.
10Karena itu, perempuan perlu memakai kerudung untuk menunjukkan bahwa dia hormat pada kepalanya, yaitu suami. Hal itu juga dilakukan karena malaikat-malaikat selalu hadir dalam ibadah kita.
11Pikirkanlah sendiri, apakah pantas seorang perempuan berdoa kepada Allah dalam pertemuan jemaat tanpa memakai kerudung?
12Setiap orang pun tahu bahwa tidak pantas laki-laki berambut panjang.
13Sebaliknya, bagi perempuan rambut panjang adalah kebanggaan,11:15 tafsiran ayat 15 Terdapat dua persoalan dalam terjemahan ayat ini. 1) Kata dalam bahasa Yunani yang sering diterjemahkan sebagai ‘kehormatan’ biasanya diterjemahkan ‘kemuliaan’ di ayat-ayat lain. Dalam terjemahan ayat ini ke dalam berbagai bahasa lain, kata itu lebih sering diterjemahkan sebagai ‘kebanggaan’. 2) Perlu diingat bahwa peraturan yang diberikan dalam perikop ini adalah untuk dilakukan dalam pertemuan jemaat saja. Dalam kebudayaan Yahudi pada zaman Paulus, para perempuan yang hadir di dalam rumah pertemuan Yahudi duduk bersama dan memakai kerudung. Kebiasaan itu dibawa ke dalam pertemuan jemaat Kristen, dan Paulus mau supaya kebiasaan itu dimaknai sebagai tanda bahwa kedudukan perempuan berada di bawah pimpinan suaminya. Kalau perempuan belum bersuami, dia ada di bawah pimpinan ayahnya. sebab rambut panjang diberikan kepada wanita sebagai penutup serta menunjukkan harga dirinya sebagai perempuan.
14Jika ada yang bersikeras mengubah kebiasaan ini, ketahuilah bahwa para rasul dan seluruh jemaat Allah melakukan kebiasaan tersebut. Kami tidak mempunyai kebiasaan lain.
15Dalam hal berikut ini, perbuatan kalian tidak terpuji, sebab pertemuan-pertemuan kalian tidak menghasilkan hal baik, tetapi justru yang tidak baik.
16Karena pertama, saya mendengar bahwa ketika kalian berkumpul, masih ada perpecahan di antara kalian. Dan saya pikir berita itu ada benarnya.
17Sayang sekali! Mungkin memang harus ada perpecahan di antara kalian supaya menjadi jelas kelompok mana yang benar!
18Kedua, saya dengar bahwa ketika kalian berkumpul, ternyata perjamuan yang kalian rayakan tidak pantas disebut Perjamuan Tuhan.
19Sebab ketika kalian makan bersama sebelum Perjamuan Tuhan, setiap orang berebut mengambil makanan sendiri tanpa menunggu yang lain. Akhirnya ada yang tidak mendapat bagian dan kelaparan, sedangkan yang lain kekenyangan bahkan mabuk.
20Apa-apaan itu?! Hai kalian yang rakus, makanlah dulu di rumahmu masing-masing! Dengan kelakuanmu itu, kamu menghina jemaat Allah dan mempermalukan anggota yang miskin. Kalau sudah begini, saya harus berkata apa? Saya hanya bisa menegaskan: Perbuatan kalian benar-benar tidak terpuji.
21Karena ajaran yang sudah saya berikan kepada kalian sama seperti ajaran yang saya terima dari Tuhan sendiri: Pada malam ketika Tuhan Yesus diserahkan kepada yang memusuhi-Nya, Dia mengambil roti
22dan bersyukur kepada Allah atas roti itu. Lalu Dia menyobek-nyobek roti itu serta berkata, “Ambil dan makanlah. Inilah tubuh-Ku yang dikurbankan demi kalian. Lakukanlah ini untuk mengenang Aku.”
23Dengan cara yang sama, sesudah makan, Dia mengambil cawan berisi air anggur dan berkata, “Darah-Ku ini menandakan bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan. Setiap kali kalian minum anggur seperti ini, lakukanlah untuk mengenang Aku.”
24Nah, sesuai perkataan-Nya itu, setiap kali kita makan roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus, artinya kita sedang memberitakan kematian Tuhan Yesus sampai Dia datang kembali nanti.
25Jadi, kalau dalam Perjamuan Kudus seseorang makan roti dan minum anggur dengan cara yang tidak menghormati Tuhan, maka orang itu berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
26Oleh karena itulah banyak di antara kalian yang sering sakit, lemah, bahkan mati!
27Bila kita memeriksa diri masing-masing dan menyadari arti perjamuan itu, kita tidak perlu takut kena hukuman Tuhan.
28Namun, sekalipun Tuhan menghukum kita, sebetulnya hukuman itu bertujuan untuk mendidik kita, agar kita tidak dibinasakan bersama orang-orang duniawi.
29Oleh karena itu Saudara-saudari, saat kalian berkumpul mengadakan Perjamuan Tuhan, sabarlah menunggu satu sama lain dan saling bergiliran, supaya perjamuan kalian tertib dan teratur.
30Kalau ada yang lapar, makanlah dulu di rumah supaya perjamuan bersama tidak menjadi kesempatan bagimu untuk mendatangkan hukuman atas diri sendiri.